PMI Manufaktur dan Inflasi Indonesia Bulan Juni Telah Rilis, Bagaimana Hasilnya?

Pagi Rabu (01/07) kemarin sudah rilis data PMIManufakturIndonesia Juni 2020 sebesar 39.1, naik 36% dibanding bulan lalu. Selain itu, fokus investor juga tertuju pada rilis data inflasi dipekirakan naik pada bulan Juni 2020.Lalu bagaimana hasil dan pengaruhnya ke bursa saham kita?

PMI Indonesia naik 2 bulan berturut-turut

PMI Manufaktur Indonesia bulan Juni 2020 naik 36% MoM menjadi 39.1 (di bawah level 50). Kenaikan ini dipengaruhi oleh pelonggaran aktivitas ekonomi yang sebelumnya dibatasi. Ada tiga faktor yang mempengaruhi PMI Indonesia, yaitu permintaan manufaktur, pemangkasan tenaga kerja, dan naiknya bahan baku.

Inflasi Juni meningkat

Inflasi Indonesia bulan Juni 2020 di 0.18% MoM atau 1.96% YoY. Inflasi bulan Juni meningkat 0.11 poin dibanding bulan lalu.Inflasi kelompok makanan, minuman, dan tembakau 0,47% dan memberikan andil terbesar pada inflasi Juni 2020.

Pengaruh keIHSG

Tercatat pada penutupan perdagangan Selasa, 1 Juli 2020 setelah rilis data PMI manufaktur dan inflasi Indonesia, IHSG melemah  -0.32% di level 4889. Kami proyeksikan IHSG masih bergerak mix di level 4800-5000. Tetap jaga kedisiplinan trading dan jangan agresif.

PMI Manufaktur dan Inflasi Indonesia Bulan Juni Telah Rilis, Bagaimana Hasilnya?-1
Sumber: HIS Markit
PMI Manufaktur dan Inflasi Indonesia Bulan Juni Telah Rilis, Bagaimana Hasilnya?-2
Sumber: HIS Markit

PMI Manufaktur dan Inflasi Indonesia Bulan Juni Telah Rilis, Bagaimana Hasilnya?-3
Inflasi Indonesia

Sumber: BPS